MUSIBAH kebakaran melanda RT 04 Jalan Abol Hasan, Desa Muara Bengkal Ulu, Kecamatan Muara Bengkal, Kutai Timur (Kutim), Minggu (16/8/2026) dini hari.
Sebanyak 14 rumah warga hangus terbakar dan 46 jiwa kehilangan tempat tinggal setelah si jago merah membakar kawasan pemukiman padat tersebut mulai pukul 03.00 WITA.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kutai Timur, Failu, mengonfirmasi bahwa kobaran api melalap belasan unit bangunan pemukiman warga saat mayoritas masyarakat sedang tertidur lelap.
"Dugaan sementara penyebab kebakaran karena korsleting listrik," ujar Failu saat memberikan keterangan resmi mengenai musibah tersebut.
Warga sekitar pertama kali menyadari kebakaran di Muara Bengkal Kutai Timur setelah kobaran api membesar dari salah satu hunian. Korban beserta tetangga langsung melaporkan musibah kebakaran ini kepada petugas pemadam pada pukul 03.15 WITA.
Tim dari Damkar Kecamatan Muara Bengkal tiba di lokasi kejadian pada pukul 03.25 WITA dan langsung memblokir pergerakan api. Proses penanganan serta pendinginan berlangsung secara intensif selama hampir 5 jam.
"Petugas langsung melakukan pemadaman dan pendinginan. Proses penanganan berlangsung sekitar 4 jam 50 menit," kata Failu memaparkan langkah tim pemadam di lapangan.
Penanganan amuk api mengobarkan kerja sama lintas sektor. Posko Damkar Muara Bengkal mendapat dukungan personel dan armada dari Damkar Kecamatan Muara Ancalong, aparatur pemerintah desa, serta bantuan swadaya masyarakat setempat.
Petugas PT PLN (Persero) ULP Muara Bengkal dan aparat Polsek Muara Bengkal turut bersiaga di lokasi untuk melakukan pemutusan aliran listrik serta pengamanan area bencana.
Dampak amuk si jago merah di kawasan pemukiman ini tergolong parah. Selain 14 rumah yang rata dengan tanah, tiga unit bangunan rumah warga lainnya mengalami kerusakan fisik ringan akibat terpapar panas api.
Musibah ini juga merusak sektor usaha ekonomi warga setempat. Tercatat sebanyak lima unit bangunan rumah burung walet milik warga ikut terbakar dalam insiden yang terjadi pada Minggu dini hari tersebut.
Data resmi Disdamkar Kutim mencatat terdapat 18 kepala keluarga (KK) dengan total 46 jiwa yang terdampak musibah ini, di mana 3 KK di antaranya mengalami dampak musibah secara langsung.
"Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Tapi kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah," ungkap Failu menjelaskan kondisi para korban pascadan musibah.
Kerugian materiil warga tidak hanya terbatas pada fisik bangunan tempat tinggal. Berbagai peralatan rumah tangga serta barang-barang elektronik seperti televisi, mesin cuci, dan kipas angin ikut hancur melepuh.
Pakaian sehari-hari serta seluruh perlengkapan dan seragam sekolah anak-anak warga RT 04 habis tak tersisa.
Banyak warga tidak sempat menyelamatkan arsip dan dokumen pribadi saat api membesar. Berkas penting seperti kartu ATM, dokumen kependudukan, hingga ijazah pendidikan ikut terbakar abu.
Sejumlah uang tunai dan tabungan yang disimpan warga di dalam rumah juga dilaporkan habis terbakar. Saat ini pihak kepolisian dan otoritas setempat masih melakukan inventarisasi lanjutan.
Failu menegaskan bahwa data yang dihimpun tim pendataan musibah kebakaran di Muara Bengkal Kutai Timur ini masih bersifat sementara. Pihak kepolisian masih menunggu hasil penyeleksian dan pemeriksaan teknis lokasi kejadian. (*)















