PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bontang mendapat pengawasan lebih ketat setelah muncul temuan dugaan keracunan dalam dua pekan terakhir. DPRD Bontang memastikan inspeksi mendadak atau sidak akan dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh proses penyediaan makanan berjalan sesuai standar.
Ketua DPRD Bontang Andi Faiz Sofyan Hasdam mengatakan pengawasan tidak hanya menyasar kualitas makanan. DPRD juga akan melihat seluruh rantai pelaksanaan, mulai dari pengolahan, kebersihan, transportasi, hingga makanan diterima dan disajikan kepada siswa di sekolah.
"Kita mengawasi bersama-sama, mulai dari aspek kebersihan, proses transportasi makanan ke sekolah, hingga penyajian dan distribusinya. Ke depan, pengawasan akan kami lakukan secara berkala melalui sidak," tegas Andi Faiz, Sabtu (15/8/2026), seusai sidang paripurna DPRD Kota Bontang.
Andi Faiz menjelaskan, pemerintah daerah berposisi memastikan standar yang telah ditetapkan benar-benar dijalankan di lapangan.
Menurut dia, mekanisme pelaksanaan MBG Bontang berada di bawah regulasi Badan Gizi Nasional (BGN). Mitra penyedia makanan bekerja berdasarkan kontrak dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Karena itu, setiap tahapan memiliki prosedur yang menjadi acuan. Proses tersebut mencakup pengolahan, pengemasan, distribusi hingga penyajian makanan kepada siswa.
"Segala sesuatu yang sudah diputuskan sebagai standar kerja oleh BGN maupun SPPG itulah yang menjadi acuan dalam mengelola, menyiapkan, mendistribusikan, hingga menyajikan makanan," jelasnya.
Pengawasan terhadap MBG Bontang dinilai penting karena kualitas makanan tidak hanya ditentukan ketika makanan selesai dimasak. Cara pengemasan, pengangkutan, hingga penyajian juga menjadi bagian dari rangkaian yang perlu diperhatikan.
Rencana sidak berkala menjadi salah satu langkah DPRD untuk melihat secara langsung pelaksanaan standar di lapangan. Pemeriksaan tidak berhenti pada makanan yang diterima siswa, tetapi juga mencakup proses sebelum makanan sampai ke sekolah.
Langkah tersebut muncul setelah adanya temuan dugaan keracunan yang memunculkan perhatian masyarakat terhadap pelaksanaan program makan bergizi gratis di Bontang.
Selain aspek teknis, Andi Faiz menilai persoalan yang muncul juga berkaitan dengan komunikasi antara mitra SPPG dan masyarakat.
Menurut dia, mitra memang memiliki kewajiban menjalankan standar operasional yang ditetapkan. Namun, kondisi tersebut tidak semestinya membuat komunikasi dengan publik menjadi tertutup.
"Menurut saya bukan berarti mereka defensif. Bisa jadi karena terikat kontrak sehingga mereka merasa harus berpegang pada standar yang ada. Tetapi cara berkomunikasi dengan masyarakat memang perlu diperbaiki," katanya.
Bagi DPRD, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam membangun kembali kepercayaan publik terhadap MBG Bontang.
Orang tua yang anaknya menerima makanan dari program tersebut membutuhkan penjelasan ketika muncul persoalan. Mereka ingin mengetahui bagaimana makanan diproses, bagaimana kebersihannya dijaga, hingga bagaimana makanan dikirim dan disajikan di sekolah.
Andi Faiz memahami munculnya kekhawatiran masyarakat setelah peristiwa yang terjadi dalam dua pekan terakhir. Karena itu, ruang komunikasi dinilai perlu dibuka agar berbagai pertanyaan publik mendapatkan jawaban yang jelas.
"Peristiwa yang terjadi kemarin tentu menimbulkan kekhawatiran. Karena itu, ruang komunikasi harus dibuka agar keraguan masyarakat bisa dijawab dengan penjelasan yang jelas," ujarnya.
Komunikasi yang terbuka juga dinilai dapat membantu masyarakat memahami standar pelaksanaan yang diterapkan oleh BGN dan SPPG.
Dengan penjelasan yang lebih transparan, masyarakat tidak hanya menerima informasi ketika muncul masalah. Mereka juga dapat mengetahui bagaimana standar keamanan dan kualitas makanan dijalankan dalam kegiatan sehari-hari.
Andi Faiz berharap seluruh mitra SPPG melihat masukan masyarakat sebagai bagian dari upaya memperbaiki layanan, bukan sebagai ancaman.
Menurutnya, keberhasilan MBG Bontang tidak cukup diukur dari jumlah makanan yang tersalurkan kepada siswa. Keamanan, kualitas, tata kelola, serta kepercayaan orang tua juga menjadi bagian penting dari keberhasilan program tersebut.
"Harapannya, komunikasi antara mitra dan masyarakat semakin baik. Dengan begitu, distribusi makanan bergizi untuk anak-anak di Kota Bontang juga akan semakin berkualitas dan mendapat kepercayaan penuh dari para orang tua," dia memungkasnya. (*)















