DIREKTORAT Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat sejarah baru dalam penindakan tindak pidana narkotika. Untuk pertama kalinya, penyidik menerjunkan anjing pelacak K9 guna membongkar modus penyelundupan paket ganja melalui jasa kurir ekspedisi di Balikpapan.
Operasi gabungan ini mengerahkan satwa pelacak terlatih dari Ditsamapta Polda Kaltim dan Kanwil Bea Cukai. Kolaborasi taktis ini berhasil mendeteksi keberadaan paket mencurigakan yang mengangkut narkotika jenis ganja siap edar.
Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim Kombes Romylus Tamtelahitu menegaskan, peredaran narkotika yang kian terselubung menuntut penguatan sinergi antarinstansi. Penggunaan K9 menjadi langkah nyata percepatan kerja sama kepolisian dan Bea Cukai yang terjalin sejak empat bulan terakhir.
"Kami mendahului dengan Bea Cukai itu sudah sekitar empat bulan lalu menjalin kerja sama. Saat ini proses penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sedang disiapkan," kata Romylus.
Romylus menerangkan, kerja sama strategis antara Polda Kaltim dan Bea Cukai bertumpu pada tiga kegiatan utama: join investigation, join inspection, serta join training.
Join investigation berfokus pada eksekusi penindakan dan penyelidikan bersama di lapangan. Sementara join inspection diarahkan pada sweeping serta pemeriksaan intensif guna mendeteksi pergerakan barang haram.
"Kalau join investigation seperti penindakan bersama Bea Cukai ini. Kalau join inspection, kita mendeteksi langsung keberadaan barang haram di lapangan," tegasnya.
Tantangan peredaran gelap yang semakin dinamis menuntut pembaruan teknik penyidikan. Oleh sebab itu, program join training dirancang untuk mengasah kemampuan personel sekaligus mempertajam daya cium anjing pelacak K9 secara berkala.
Materi pelatihan bersama mencakup pengoperasian perangkat X-Ray statis maupun mobile, hingga simulasi deteksi berbagai variasi zat terlarang baru.
"Mulai dari training pemeriksaan narkotika menggunakan X-Ray statis maupun mobile, hingga kolaborasi training K9. Nanti K9 Bea Cukai dan Polda Kaltim dikumpulkan bersama penyidik untuk latihan bareng," ujar Romylus.
Penguatan performa satwa K9 dinilai sangat krusial mengingat para pelaku peredaran gelap kerap mengubah pola pengiriman. Variasi jenis narkotika sintetis maupun alamiah yang beredar menuntut K9 memiliki respons deteksi yang presisi.
Melalui program latihan terintegrasi, kemampuan K9 diharapkan tetap berada pada tingkat optimal untuk menopang efektivitas penyidik di lapangan.
"Anjing-anjing ini dilatih khusus untuk mendeteksi berbagai jenis narkotika. Kerja sama dan latihan bersama ini penting agar penindakan di lapangan makin tajam," tutur Romylus. (*)















