NELAYAN Bontang bernama Jainudin (60) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilaporkan belum kembali dari melaut di perairan Pulau Tobok Batang, Kecamatan Bontang Lestari, Kota Bontang, Kalimantan Timur.
Tim SAR gabungan menemukan korban pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 16.20 WITA. Jainudin ditemukan pada posisi 0°24’31.7”N 117°35’25.2”E, sekitar 16,7 nautical mile (NM) ke arah utara dari lokasi kejadian perkara (LKP).
Jainudin sebelumnya pergi melaut untuk menjaring ikan, Kamis (13/8/2026) sekira pukul 15.00 WITA.
Namun, hingga Jumat (14/8/2026) pukul 17.00 WITA, korban belum juga kembali ke rumah. Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut untuk mendapatkan bantuan pencarian.
Pencarian awal dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang. Dalam pencarian tersebut, tim menemukan perahu milik Jainudin dalam kondisi tenggelam.
Temuan perahu belum menjawab keberadaan korban. Jainudin masih dinyatakan belum ditemukan hingga operasi SAR dilanjutkan ke wilayah perairan Pulau Tobok Batang.
Laporan kejadian diterima Pos SAR Kutai Timur, Sabtu (15/8/2026) pukul 11.20 WITA.
Tim SAR gabungan kemudian menyisir wilayah perairan Pulau Tobok Batang. Pencarian terus dilakukan hingga memasuki hari keempat operasi SAR.
Pada hari keempat, tim melakukan pencarian dengan total luas area mencapai 487 NM². Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Koordinator Pos SAR Sangatta, Dwi Adi Wibowo, mengatakan korban ditemukan Selasa sore.
Setelah ditemukan, jenazah Jainudin langsung dievakuasi menuju rumah duka.
“Setelah korban ditemukan, jenazah dievakuasi menuju rumah duka,” ujar Koordinator Pos SAR Kutai Timur.
Operasi pencarian nelayan Bontang tersebut melibatkan sejumlah sarana pendukung. Tim menggunakan Rescue Car, RIB Basarnas, Rescue Boat BPBD Bontang, peralatan SAR air, peralatan selam, peralatan komunikasi, serta peralatan medis.
Personel yang terlibat berasal dari berbagai unsur. Mereka terdiri atas Tim Rescue Pos SAR Kutai Timur, TNI AL Bontang, BPBD Bontang, PMI, TNI AL Kenyamukan, Polair Kenyamukan, serta keluarga korban.
Keterlibatan sejumlah unsur tersebut mendukung pencarian di wilayah perairan yang menjadi lokasi terakhir Jainudin diketahui melaut.
Setelah korban ditemukan dan dievakuasi menuju rumah duka, tim SAR gabungan melaksanakan debriefing.
Dengan ditemukannya Jainudin, operasi SAR kemudian diusulkan untuk ditutup. Seluruh personel kembali ke satuan masing-masing dengan tetap dalam kondisi siaga.
Pencarian yang berlangsung selama beberapa hari itu berakhir setelah keberadaan nelayan Bontang tersebut berhasil ditemukan. Korban selanjutnya diserahkan untuk proses pemulangan ke rumah duka. (*)















