BENDERA Borneo Raya yang berkibar di flyover Samarinda saat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi perhatian setelah videonya beredar luas di media sosial. Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh provokasi maupun isu yang berpotensi memecah persatuan.
Rahmad menyampaikan pesan tersebut pada Selasa (18/8/2026). Ia mengajak masyarakat tetap menjaga persaudaraan sebagai sesama anak bangsa karena seluruh masyarakat Indonesia berada dalam satu tanah air dan naungan yang sama.
“Kita ini adalah lahir satu rahim di bawah naungan Ibu Pertiwi,” ujar Rahmad.
Berkibarnya Bendera Borneo Raya di flyover Samarinda menjadi sorotan setelah rekamannya menyebar di media sosial. Rahmad merespons situasi tersebut dengan mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terseret isu yang dapat memengaruhi hubungan antarsesama.
Menurut dia, persaudaraan dan silaturahmi harus terus diperkuat. Persatuan tidak boleh mudah goyah hanya karena munculnya berbagai isu atau provokasi.
Rahmad mengajak masyarakat melihat persoalan tersebut dengan tetap menempatkan kepentingan kebangsaan sebagai pijakan.
“Makanya pereratlah ukhuwah silaturahmi kita sebagai anak bangsa. Jangan goyah dengan provokator, jangan goyah dengan isu-isu yang tentunya memecah belah pihak,” tegasnya.
Rahmad menilai perpecahan pada akhirnya hanya akan membawa kerugian bagi masyarakat. Karena itu, ia meminta energi publik tidak habis untuk persoalan internal yang justru dapat menghambat kemajuan bangsa.
Ia menilai masyarakat Indonesia memiliki tantangan yang jauh lebih besar untuk dihadapi bersama. Kemajuan bangsa, menurutnya, membutuhkan persatuan serta kemampuan masyarakat untuk melihat masa depan.
“Bangsa lain sudah berpikir ke bulan, kita masa hanya berpikir masalah-masalah internal kita,” katanya.
Pernyataan tersebut menjadi penekanan Rahmad agar masyarakat tidak terjebak pada isu yang berpotensi memperlebar perbedaan. Ia mendorong agar semangat kebangsaan tetap dijaga di tengah berbagai perkembangan yang terjadi.
Selain mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi, Rahmad memberikan perhatian khusus kepada generasi muda. Ia mendorong anak-anak muda Indonesia untuk lebih fokus meningkatkan kemampuan, terutama dalam penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan.
Menurut Rahmad, kemampuan generasi muda menjadi bagian penting dalam membangun Indonesia menjadi bangsa yang lebih besar.
“Sekarang sudah saatnya generasi muda, ayo kita sama-sama untuk menuntut teknologi, menuntut ilmu, yang kepentingannya adalah membangun bangsa kita untuk menjadi bangsa yang besar,” terangnya.
Pesan tersebut sekaligus menempatkan generasi muda sebagai bagian penting dalam menghadapi masa depan. Bagi Rahmad, kemajuan tidak cukup dibangun dengan memperdebatkan persoalan internal, tetapi membutuhkan peningkatan kapasitas dan pengetahuan.
Respons Rahmad terhadap beredarnya video Bendera Borneo Raya tidak berhenti pada ajakan untuk menghindari provokasi. Ia juga mengarahkan perhatian masyarakat kepada pentingnya menjaga hubungan antarsesama anak bangsa dan mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi serta ilmu pengetahuan.
Persatuan, menurut dia, menjadi modal agar masyarakat dapat bergerak menuju tujuan yang lebih besar. Ketika masyarakat mampu menjaga silaturahmi dan tidak mudah terpengaruh isu yang memecah belah, perhatian dapat diarahkan pada hal-hal yang lebih produktif bagi bangsa.
Pesan tersebut juga ia tujukan kepada generasi muda agar terus belajar dan menguasai teknologi. Kemampuan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun Indonesia sebagai bangsa yang lebih besar. (*)















