SELEKSI Paskibraka Kutai Timur (Kutim) ditegaskan berlangsung secara objektif dan berdasarkan nilai, bukan karena titipan. Ratusan peserta dari berbagai wilayah di Kutim mengikuti tahapan awal seleksi sebelum akhirnya tersaring ke tahap berikutnya.
“Yang penting pada proses seleksi. Kita memilih dengan cara yang objektif dan berdasarkan nilai. Kalau Paskibraka dipilih karena titipan, itu akan menjadi masalah. Alhamdulillah, seleksi dilakukan sesuai aturan,” jelas Kepala Kesbangpol Kutim, Tejo Yuwono.
Dalam proses tersebut, seluruh peserta mengikuti tahapan awal seleksi. Namun, tidak semua peserta dapat melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Dua peserta bahkan memilih mengundurkan diri karena kondisi kesehatan. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan tuntutan latihan Paskibraka yang membutuhkan kesiapan fisik.
“Latihan Paskibraka tidak seperti latihan biasa, apalagi yang bersifat fisik. Kalau kondisi kesehatan tidak memungkinkan, lebih baik mengundurkan diri daripada memaksakan,” tuturnya.
Kondisi kesehatan menjadi salah satu pertimbangan penting karena anggota Paskibraka harus menjalani rangkaian latihan fisik sebelum melaksanakan tugas pengibaran dan penurunan bendera.
Tugas sebagai Paskibraka tidak berhenti setelah rangkaian pengibaran dan penurunan bendera selesai. Para anggota tetap akan mendapatkan pembinaan setelah menjalankan tugas kenegaraan tersebut.
Pembinaan diarahkan pada wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila. Para anggota Paskibraka juga akan diarahkan untuk menjadi Duta Pancasila.
“Masih ada tugas lain ke depan. Mereka akan tetap kita berikan latihan wawasan kebangsaan dan Pancasila. Mereka juga akan diarahkan menjadi Duta Pancasila,” pungkasnya.
Para anggota juga diarahkan untuk bergabung dalam organisasi Purna Paskibraka Indonesia (PPI). Dengan begitu, pembinaan tidak berhenti ketika masa tugas sebagai anggota Paskibraka berakhir.
Sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan menjalankan tugas kenegaraan, pihaknya menyiapkan reward bagi seluruh anggota Paskibraka, termasuk para pelatih.
Salah satu bentuk penghargaan yang direncanakan berupa liburan bersama. Lokasi yang disebut menjadi tujuan adalah Biduk-biduk, Kabupaten Berau.
“Rencananya akan kita bawa ke Biduk-biduk (Berau),” pungkasnya.
Penghargaan tersebut menjadi bagian dari apresiasi setelah para anggota Paskibraka menyelesaikan tugas pengibaran dan penurunan bendera. Di saat yang sama, pembinaan wawasan kebangsaan dan Pancasila tetap berlanjut sebagai bagian dari perjalanan mereka setelah menjadi Paskibraka. (*)















