PERJUANGAN selama sebulan menjalani karantina dan latihan ketat akhirnya berbuah apresiasi bagi 39 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Balikpapan. Penghargaan itu diberikan Pemerintah Kota Balikpapan dalam resepsi kenegaraan di Auditorium Balai Kota Balikpapan, Senin (17/8/2026) malam.
Senyum lega sekaligus bangga terlihat dari wajah para anggota Paskibraka setelah menuntaskan tugas dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Balikpapan.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Paskibraka yang dinilai berhasil menjalankan tugas dengan baik.
Para anggota Paskibraka sebelumnya melewati proses panjang sebelum dipercaya mengemban tugas pada upacara peringatan kemerdekaan. Proses tersebut mencakup seleksi, tes fisik, pembentukan karakter hingga latihan kedisiplinan.
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengatakan para anggota menjalani karantina dan pelatihan selama sekitar satu bulan.
“Mereka selama sebulan dikarantina dan prosesnya kita lihat tadi di video, mulai dari seleksi, kemudian ada tes fisik, minat dan karakter anak-anak itu, kemudian dilatih juga,” kata Bagus.
Menurut Bagus, proses pembentukan Paskibraka tidak hanya berorientasi pada kemampuan fisik. Para peserta juga ditempa dari sisi mental, kepribadian, kedisiplinan, serta kerja keras.
“Mereka bergembira setelah sebulan ditempa di kawah candradimuka. Tadi dari pagi sampai sore juga sudah menunaikan tugas dengan baik,” ujarnya.
Pemkot Balikpapan mempersiapkan para anggota Paskibraka melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama unsur TNI dan Polri.
Bagus mengatakan proses tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memilih dan mempersiapkan putra-putri terbaik daerah untuk menjalankan tugas kenegaraan.
“Ini menunjukkan bahwa pemerintah kota, dalam hal ini difasilitasi Kesbangpol bersama-sama dengan TNI/Polri memilih putra-putri terbaik untuk bisa diberikan tugas sebagai Paskibraka,” tuturnya.
Tugas tersebut kemudian dituntaskan para anggota Paskibraka dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Kota Balikpapan
Resepsi kenegaraan tidak hanya menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada Paskibraka. Rahmad Mas’ud juga mengajak masyarakat menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman warga Balikpapan.
Menurut Rahmad, Balikpapan merupakan kota yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang.
“Di Balikpapan ini heterogen sekali. Dari Sabang sampai Merauke ada penduduknya,” ujar Rahmad.
Dia menyebut keberagaman suku, budaya dan agama menjadi salah satu keunikan Balikpapan. Bahkan, terdapat hampir 200 paguyuban yang hidup berdampingan di kota tersebut.
“Berbeda suku, berbeda budaya, dan bahkan berbeda agama, semua ada di Kota Balikpapan. Inilah uniknya Kota Balikpapan, di mana kita semua di sini berbaur menjadi satu,” katanya.
Rahmad menegaskan perbedaan latar belakang tidak semestinya menjadi alasan untuk memecah persaudaraan.
Dia mengingatkan seluruh warga Balikpapan merupakan bagian dari bangsa dan negara yang sama.
“Kita ini adalah saudara kandung, lahir dari rahim Ibu Pertiwi yang sama, yang namanya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita semua adalah bersaudara,” tuturnya.
Rahmad juga meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi yang berpotensi memecah persatuan.
Menurut dia, persatuan menjadi modal penting untuk menjalankan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau kita hanya mengurus hal-hal yang tidak jelas, pasti kita akan terpecah belah dan tidak akan bisa bersatu. Insya Allah, kalau kita bersatu, semua usaha akan kita kerjakan, apa pun keinginan kita akan bisa kita capai,” katanya.
Rahmad menilai pembangunan Balikpapan membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Dengan langkah yang searah, berbagai pekerjaan dinilai akan lebih mudah diselesaikan.
“Kalau kerja seiring sejalan, semua kerjaan akan semakin ringan,” ujarnya. (*)















