PEMERINTAH Kota Bontang menyerahkan KTP-el gratis kepada tiga pelajar SMA dan SMK yang merayakan ulang tahun ke-17 bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Penyerahan kartu identitas secara simbolis tersebut berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang usai upacara peringatan kemerdekaan. Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyerahkan langsung KTP-el kepada para remaja tersebut dengan didampingi Wakil Wali Kota Agus Haris serta Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bontang Budiman.
Program pemberian identitas kependudukan ini merupakan bagian dari inovasi bernama "Kadoku KTP-el Sweet Seventeen". Inovasi rutin tahunan milik Disdukcapil Kota Bontang tersebut sengaja dirancang untuk menyasar para pemilih pemula di wilayahnya.
Kepala Disdukcapil Bontang Budiman melalui Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) dan Pemanfaatan Data Muhammad Thamrin menjelaskan bahwa program ini diselenggarakan guna memberikan pengalaman berkesan bagi remaja yang baru menginjak usia dewasa.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan kesan pertama yang berharga bagi warga pemula yang baru berusia 17 tahun, sekaligus mengingatkan pentingnya kepemilikan KTP-el," ujar Thamrin.
Tiga pelajar yang beruntung menerima dokumen kependudukan pada momentum kemerdekaan tahun ini adalah Erlangga Ramadhan Sulistiono dari SMK Negeri 1 Bontang, Muhammad Agung Setiawan dari SMK YKPP Bontang, serta Zhidane Hutri Ramadhan dari SMA Negeri 2 Bontang. Ketiganya tercatat lahir pada tanggal yang sama, yakni 17 Agustus 2009.
Selain pada peringatan HUT RI, Disdukcapil Bontang menggelar program serupa setiap peringatan HUT Kota Bontang yang jatuh pada 12 Oktober.
Thamrin menegaskan bahwa kepemilikan KTP-el memiliki peran vital bagi generasi muda yang melangkah ke usia dewasa. Dokumen resmi kependudukan tersebut menjadi sarana utama untuk mengurus berbagai keperluan administrasi publik.
Mulai dari pembukaan rekening perbankan, pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM), pendaftaran kepesertaan BPJS, hingga pemenuhan hak pilih dalam pemilu membutuhkan verifikasi identitas resmi.
"Momen ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kepemilikan KTP-el bukan hanya formalitas, tapi juga kunci untuk mengakses layanan publik," tegas Thamrin.
Disdukcapil Bontang mengimbau seluruh remaja di Kota Bontang yang telah genap berusia 17 tahun untuk segera melakukan perekaman data kependudukan di kantor dinas setempat demi mendukung pelayanan publik yang cepat dan terintegrasi. (*)















