PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mengakselerasi program pemenuhan pangan mandiri guna mengakhiri ketergantungan pasokan beras dari luar daerah pada akhir 2026.
Langkah ini diambil untuk memangkas gap defisit beras tahunan yang saat ini masih berada di angka sekitar 188 ribu ton.
Berdasarkan data Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, kebutuhan beras masyarakat pada 2025 diproyeksikan mencapai 345.664,54 ton. Sementara itu, kemampuan produksi lokal tercatat baru menyentuh angka 157.554,69 ton.
Meski masih menghadapi tantangan pemenuhan pasokan, pemerintah daerah optimistis target swasembada beras Kaltim dapat tercapai sesuai jadwal. Keyakinan ini didasari oleh tren grafik produksi hasil panen lokal yang terus menunjukkan kurva peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji menegaskan bahwa capaian produksi pertanian daerah saat ini sudah mengalami lonjakan tajam dibanding periode sebelumnya.
"Defisit memang masih ada, tetapi ada kenaikan yang sangat signifikan dan ini harus dicatat. Sejak awal kami dilantik, swasembada pangan kita baru 30 persen, dan sekarang sudah melonjak hingga hampir 60 persen," ujar Seno Aji.
Peningkatan pemenuhan kebutuhan beras yang melonjak hampir dua kali lipat tersebut menjadi pijakan utama Pemprov Kaltim dalam mengeksekusi program diversifikasi dan intensifikasi lahan.
Melalui rapat koordinasi strategis yang digelar di pertengahan tahun, pemerintah daerah menyusun peta jalan intensif guna memacu persentase produksi beras lokal secara masif.
"Artinya ada peningkatan hingga 100 persen untuk swasembada pangan. Melalui rapat koordinasi di pertengahan tahun ini, insya Allah di akhir tahun 2026 akan terus kita pacu persentasenya," kata Seno Aji.
Guna mengikis ketergantungan pasokan dari luar pulau, Pemprov Kaltim menjalin kolaborasi lintas instansi bersama jajaran TNI. Kerja sama ini difokuskan pada pembukaan dan pemanfaatan lahan pertanian baru di area-area potensial.
TNI diterjunkan langsung untuk menggarap program cetak sawah baru seluas 15 ribu hektare di wilayah Kalimantan Timur. Penambahan area tanam ini diproyeksikan bakal mendongkrak total luas lahan pertanian produktif Kaltim menjadi 55.000 hektare.
Seno Aji optimistis perluasan lahan ini menjadi kunci pemungkas agar Kaltim sanggup memenuhi kebutuhan pokok warganya secara mandiri.
"Mengenai target 15 ribu hektare ini, sekarang sedang dikerjakan oleh TNI untuk cetak sawah baru. Sehingga nanti total 55.000 hektar bisa kita manfaatkan dengan baik dan mewujudkan swasembada beras di Kalimantan Timur," jelas Wagub Kaltim. (*)















